Friday, November 20, 2009

Adakah ada monster misterius di danau Tianchi ?

Danau Tianchi atau danau langit adalah sebuah danau yang terdapat di gunung Changbai di propinsi Jilin yang merupakan danau tertinggi di Asia Timur Laut. Tinggi gunung ini adalah 2.189 meter di atas permukaan laut. Sedangkan Tianchi sendiri adalah danau gunung terdalam di Cina dengan kedalaman hingga 373 meter. Suasana gunung yang terpencil dan danau yang eksotik ini sepertinya merupakan tempat tinggal yang ideal untuk monster danau yang misterius. Paling tidak itulah yang dipercayai sebagian orang.



Pada suatu pagi di tahun 2005, Zheng Changcun, 52 tahun, dan putrinya sedang berdiri sambil memandangi danau Tianchi yang indah. Tiba-tiba, air danau yang sebelumya tenang mulai beriak-riak. Lalu dari dalam riakan itu muncul sebuah objek misterius berwarna hitam.

Zheng menggambarkan perasaannya saat melihat objek itu,"Aku sangat takjub dan berteriak dengan keras bahwa ada monster di danau!"

Saat itu, selain Zheng dan putrinya, sekumpulan Turis juga ada di tempat itu. Zheng segera mengambil kamera video dan merekam semua kejadian itu. Beberapa saat kemudian, objek itu kembali menyelam ke dalam air dan menghilang.



Penampakan yang disaksikan Zheng dan turis lainnya bukanlah hal yang baru. Dalam 20 tahun terakhir, paling tidak ada 30 laporan penampakan.

Kisah monster ini sebenarnya dapat dilacak ke belakang hingga tahun 1903. Pada waktu itu seorang saksi mengaku melihat seekor makhluk besar dengan ciri-ciri menyerupai seekor kerbau. Makhluk itu terlihat di tepi danau dan kemudian menyerang tiga orang yang ada disitu. Namun, kemudian seseorang menembak makhluk itu hingga enam kali. Makhluk yang terluka itu lalu masuk ke dalam air dan menghilang.

Pada Agustus 1962, seorang pria dengan teleskop mengaku melihat dua monster saling berkejaran di danau. Lebih dari seratus orang yang ada di tempat itu juga menyaksikan penampakan yang sama.

Dalam satu laporan yang masuk, monster danau Tianchi disebut memiliki kepala seperti manusia dengan panjang leher sekitar 1,5 meter. Di kulit bagian bawah lehernya terdapat lingkaran berwarna putih. Sedangkan warna tubuhnya berwarna abu-abu.

Lalu, pada tahun 2007, sebuah rekaman muncul ke permukaan. Seorang reporter TV bernama Zhuo Yongsheng mengaku melihat makhluk itu dan merekamnya.

"Mereka dapat berenang secepat kapal dan dalam sekejap mereka menghilang ke dalam air. Siripnya atau sayapnya lebih panjang dari tubuhnya" Kata Zhuo.

Menurutnya lagi, makhluk itu berenang dan bermain di danau pada pagi hari. Menariknya Zhuo bukan hanya menyaksikan satu makhluk, melainkan enam. Dalam rekaman yang dibuat oleh Zhuo, makhluk-makhluk itu terlihat berenang dengan seragam seperti dikomando.


Namun, setelah rekaman Zhuo muncul ke publik, seorang peneliti senior dari National Academy of Science of The Democratic People's Republic of Korea (DPRK) bernama Kim Li Tae mengadakan konfrensi pers dan memberikan penjelasan.

Ia mengatakan bahwa makhluk yang terekam oleh Zhuo kemungkinan adalah ikan trout. Gunung Changbai tempat danau Tianchi berada sebenarnya berada di dua negara, yaitu Cina dan Korea. Menurut Kim, 40 tahun yang lalu, pihak Korea mengadakan eksperimen dengan menaruh sembilan ekor bibit ikan Trout di danau itu.

Kim juga mengatakan bahwa ia adalah salah seorang yang turut serta dalam eksperimen itu. Pada tahun 2000, para peneliti berhasil menangkap salah satu ikan trout itu dan ternyata ikan itu memiliki panjang hingga 85 cm. Cukup untuk membuat sebuah riakan yang besar di danau.

Tapi patut dicatat bahwa Kim tidak pernah menyangkal adanya monster danau Tianchi. Ia hanya memberikan klarifikasinya mengenai rekaman Zhuo.

Walaupun legenda monster ini telah berumur 100 tahun lebih, hampir tidak ada bukti memadai yang menunjukkan adanya makhluk misterius di danau ini selain dari laporan para saksi.

Tapi saya rasa hal ini wajar karena boleh dibilang memang tidak pernah ada bukti yang benar-benar memadai dari seluruh makhluk misterius di dunia.

Jadi mungkin monster danau Tianchi memang ada. Dan saya rasa kita dapat menemukannya bila ada orang yang benar-benar berniat mencarinya.

(china.org.cn, chinadaily.com.cn, ezinearticles.com)

[selengkapnya]

Inbox : Kebetulan yang sangat kebetulan - Kisah segumpal awan dan seekor kucing

Peristiwa kebetulan yang sangat kebetulan ! Kapan terakhir kali kita mengalaminya ? Dibawah ini adalah contoh peristiwa tersebut. Mungkin peristiwa ini memang tidak terlalu misterius, tapi jelas unik dan menarik. Dan saya rasa anda akan tersenyum dibuatnya. Foto pertama dan foto kedua yang akan anda lihat di bawah ini dipotret hanya dalam selisih waktu 22 detik.


Di bawah ini email dari Icha ( azhuraa@gmail.com) kepada blog enigma :

Saya mau berbagi cerita nih. Saya menyebutnya "Peristiwa kebetulan yang sangat kebetulan". Jadi begini, hari itu tanggal 29 Oktober 2009 sekitar jam 08:19 (saya lihat di rincian fotonya). Kebetulan saya menggunakan kamera dari Nokia N73.

Saya baru saja mandi dan ceritanya mau menjemur pakaian. Langit saat itu tampak cerah dan berwarna biru. Sewaktu menjemur pakaian, tanpa sengaja saya mendongak ke atas dan saya melihat gumpalan awan putih yang uniknya terdapat dua lubang di tengahnya sehingga menjadi persis seperti mata kucing. Ditambah background langit yang saat itu berwarna biru, awan itu semakin tampak mirip dengan mata kucing.

Nah, saya iseng kepengen memotretnya. Cepat-cepat saya ambil HP N73, lalu saya segera memotretnya. Setelah melihat hasilnya, kecewa juga sih, karena mata kucing tersebut sudah tampak kurang sempurna lagi. Mungkin karena angin yang berhembus cukup besar. Tapi lumayanlah, masih agak mirip-mirip.


Nah, ketika saya mendongak ke atas untuk memotret lagi, wahh...saya langsung terperanjat, kaget sekali karena tiba-tiba saja ada kucing BENERAN yang nongol dari balik atap seng dan menatap ke arah saya !


Saya kaget sekali karena baru saja saya memikirkan tentang kucing. ehhhh...ada kucing beneran tiba-tiba muncul tepat dengan background "mata kucing" di belakangnya.

Entah ini suatu kebetulan yang sangat kebetulan atau bagaimana, tapi yang jelas, saya merasakannya benar-benar aneh dan kaget sekali. Benar-benar kebetulan yang sangat kebetulan !!

Sekitar seminggu kemudian, nenek saya meninggal dunia di rumah (Tanggal 6 November 2009). Memang sih tidak ada kaitannya, tapi wallahu alam..hanya Allah yang tahu apakah itu mungkin "tanda-tandaNya..."

Terima kasih untuk Icha atas sharingnya. Kita semua turut bersimpati atas meninggalnya neneknya Icha. Semoga almarhum diterima di sisiNya.


Mungkin anda juga ingin membaca : 9 peristiwa kebetulan paling mencengangkan !

[selengkapnya]

Thursday, November 19, 2009

Spontaneous Human Combustion - Pembakaran spontan manusia

Pada tanggal 2 November 2009 kemarin, mayat seorang wanita ditemukan di sebuah trailer di Brevard County, Florida. Mayat itu berada dalam kondisi habis terbakar. Tapi anehnya, benda-benda di dalam trailer di dekat mayat sama sekali tidak terlihat hangus. Setelah lama tidak terdengar, apakah ini kasus terbaru Spontaneous Human Combustion ?


Saya tidak bisa menceritakan soal perkembangan kasus wanita ini karena saya tidak bisa menemukan berita mengenainya lagi. Tapi saya bisa menceritakan kepada anda mengenai Spontaneous Human Combustion.

Karena itu sebelum memulainya, saya ingin memberikan sedikit peringatan. Tulisan ini berisi deskripsi dan gambar yang tidak menyenangkan untuk dibaca dan dilihat. Jadi jika anda tidak ingin melihatnya, jangan melanjutkan membaca tulisan ini. Tapi saya percaya pasti rasa ingin tahu kalian akan membuat kalian terus membaca.

Baiklah, saya akan mulai bercerita.

Spontaneous Human Combustion (SHC) atau pembakaran spontan manusia adalah fenomena ketika seorang manusia terbakar menjadi abu tanpa sebab yang diketahui secara pasti. Peristiwa Ini dianggap sebagai salah satu misteri terbesar yang masih belum terjawab, bahkan setelah 350 tahun sejak kasus pertama dilaporkan.


Sejarah Spontaneous Human Combustion
Fenomena SHC pertama kali diketahui secara luas oleh publik dari seorang ahli anatomi Denmark bernama Thomas Bartholin. Pada tahun 1663, ia menceritakan bagaimana seorang wanita di Paris ditemukan telah menjadi abu dan asap di atas tempat tidurnya. Anehnya, matras jerami tempat ia berbaring sama sekali tidak gosong.

Pada tahun 1673, fenomena ini mulai mendapat perhatian cukup besar ketika seorang Perancis bernama Jonas Dupont mempublikasikan kasus-kasus SHC yang berhasil dikumpulkannya dalam sebuah buku yang berjudul "De Incendiis Corporis Humani Spontaneis".

Sejak cerita Thomas Bartholin pertama kali terdengar hingga kini, paling tidak terdapat 200 laporan mengenai peristiwa misterius ini.

Pola Korban Spontaneous Human Combustion
Dari 200 laporan yang masuk, terdapat pola yang hampir sama ditemukan pada semua tubuh korban atau lokasi kejadian.

Tubuh korban umumnya telah terbakar habis dan hampir seluruhnya menjadi abu. Ini menunjukkan api yang membakar lebih panas dibanding api biasa. Biasanya yang tersisa dari korban hanyalah potongan tangan atau kaki. Pada sebagian kasus, perut korban masih tersisa sedikit, sedangkan tulang sepenuhnya menjadi abu.


Dalam peristiwa ini, benda-benda di sekitar korban tidak pernah terbakar. Dalam beberapa kasus, bahkan seprai tempat korban tidur tidak terbakar sama sekali.

Di lokasi kejadian, umumnya juga ditemukan substansi seperti lemak menyelimuti langit-langit dan dinding. Biasanya lapisan lemak ini mencapai hingga satu meter di atas lantai. Objek-objek yang berada dalam area satu meter ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat panas, seperti cermin yang retak atau lilin yang meleleh.

Umumnya peristiwa ini terjadi ketika korban sedang berada di dalam rumahnya sendiri dan petugas koroner yang tiba di lokasi biasanya mencium bau asap dan bau manis di ruangan tempat insiden tersebut terjadi.


Korban-korban ternama
Dari 200 laporan yang masuk dalam jangka waktu 350 tahun, inilah beberapa korban yang paling sering disinggung dalam tulisan-tulisan mengenai SHC.

Pada 9 April 1744, Grace Pett yang berumur 60 tahun yang tinggal di Ipswich, Inggris, ditemukan oleh putrinya dalam kondisi seperti "sepotong kayu yang termakan habis oleh api tanpa terlihat adanya lidah api di tubuhnya." Pakaian yang tergantung di dekat mayat korban sama sekali tidak terlihat tanda-tanda hangus.

Pada tahun 1951, seorang janda berusia 67 tahun bernama Mary Reeser sedang berada di rumahnya di Florida. Pada saat itu seorang tetangganya yang hendak berkunjung merasakan pintu depan rumah Mary menjadi panas. Ketika ia dan beberapa tetangga lain menerobos masuk, mereka menemukan Mary sedang duduk di kursi dalam kondisi mengenaskan. Kepala dan tubuhnya telah terbakar habis dan hanya menyisakan sedikit tulang belakang dan kaki kirinya.

Pada 18 Mei 1957, Anna Martin, 68 tahun, yang berasal dari Pennsylvania ditemukan telah menjadi abu dengan hanya menyisakan sedikit bagian perut dan sepasang sepatu. Para petugas medis memperkirakan Anna Martin terbakar oleh api dengan suhu hingga 2.000 derajat fahrenheit, setara dengan suhu api yang digunakan dalam proses kremasi.


Pada 5 Desember 1966, seorang kakek berusia 92 tahun bernama Dr. J Irving Bentley juga dari Pennsylvania ditemukan telah tewas terbakar. Tubuh Dr Bentley habis terbakar di kamar mandinya dengan hanya menyisakan satu potong kakinya.

Saksi Peristiwa
Bayangkan, betapa mengerikannya ketika kita melihat seseorang yang kita kenal terbakar di depan mata kita. Ini pula yang terjadi pada beberapa peristiwa SHC di masa lalu.

Pada tahun 1938, seorang wanita berusia 22 tahun bernama Phyllis Newcombe baru saja selesai berdansa dan bersiap meninggalkan Shire Hall di Chelmsford, Inggris. Sementara ia berjalan menuruni tangga, tiba-tiba ia melihat pakaiannya terbakar tanpa sebab. Ia segera berlari masuk ke ballroom sambil berteriak meminta tolong. Sesaat kemudian ia jatuh tidak sadarkan diri. Beberapa orang yang panik segera bahu membahu memadamkan api yang menjilati Ms Newcombe. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong lagi. Petugas koroner yang menyelidiki kasus ini tidak menemukan indikasi adanya rokok atau sumber api lain yang dapat memicu timbulnya api.

Pada tahun 1982, seorang wanita cacat bernama Jean Lucille Saffin sedang duduk dengan ayahnya yang berusia 82 tahun di Edmonton, London. Menurut cerita ayahnya, tiba-tiba lidah api muncul begitu saja dan menjilat tubuh anaknya. Ia melihat tubuh bagian atas Jean mulai terbakar. Ia dan menantunya berhasil memadamkan api, namun nyawa Jean tidak tertolong.

Lain lagi kisah yang satu ini. Pada September 1985, seorang perempuan muda bernama Debbie Clark sedang berjalan kaki pulang ke rumahnya ketika tiba-tiba ia melihat lidah api berwarna biru yang sesekali terlihat muncul di tubuhnya. Debbie yang tidak menyadari situasi berbahaya ini segera memberitahu ibunya yang panik yang segera memadamkannya dengan air.

Hal yang serupa juga pernah terjadi pada tahun 1980 ketika Susan Motteshead yang sedang berada di dapurnya melihat dirinya tiba-tiba diselubungi oleh api. Namun api tersebut tiba-tiba lenyap sebelum sempat membakar tubuhnya lebih lanjut.

Anehnya, menurut para saksi yang selamat, mereka tidak merasakan adanya rasa panas atau sakit. Kesaksian ini menambah kadar misteri fenomena ini. Apakah ini berarti para korban tewas tanpa merasakan rasa sakit ?

Teori-teori

Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan penyebab peristiwa aneh ini. Teori-teori ini pada awalnya diajukan dengan melihat pola yang ada pada para korban.

Memang, dari 200 laporan SHC yang masuk, tidak semua, tapi pada umumnya korban SHC memiliki beberapa kesamaan :
  1. Mereka umumnya adalah para manula.
  2. Memiliki cacat atau keterbatasan gerak tubuh. Wanita yang ditemukan di Brevard County, Florida, yang saya ceritakan di paragraf pertama juga memiliki kesulitan gerak walaupun ia bisa berjalan.
  3. Perokok dan peminum
  4. Orang-orang yang kesepian atau hidup sendiri untuk waktu yang lama.
Jadi dengan melihat pola-pola ini, beberapa peneliti mencoba untuk memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab fenomena ini.

Teori-teori tersebut adalah :

Alkohol
Kebanyakan korban SHC adalah alkoholik. Ada beberapa klaim yang mengatakan bahwa seorang peminum alkohol dapat mencapai level dimana alkohol di dalam darahnya dapat membuatnya terbakar. Namun teori ini dianggap tidak berdasar karena ethanol hanya dapat terbakar apabila konsentrasinya lebih besar dari 23%.

Teori ini menjadi tidak masuk akal karena jika manusia memiliki konsentrasi 1% saja di dalam darahnya, maka bisa dipastikan orang itu akan mengalami kematian.

Wick Effect atau efek sumbu

Teori ini menyebutkan bahwa tubuh manusia ketika tersentuh dengan api rokok dapat menyebabkan timbulnya api yang membakar tubuh. Menurut para peneliti juga, lemak di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai substansi pembakar. Sedangkan pakaian atau rambut korban berfungsi sebagai sumbu. Sementara lemak tubuh mencair karena panas, ia membasahi pakaian dan membuat "sumbu" terbakar secara perlahan-lahan. Ini sebabnya mengapa tubuh mereka terbakar sedangkan benda-benda sekitarnya tidak.

Ketika teori ini diajukan, orang-orang bertanya, bagaimana menjelaskan potongan kaki atau tangan yang tersisa dari tubuh korban ? Jawabannya adalah level temperatur pada tubuh korban, Masih menurut para peneliti, ketika dalam posisi duduk, tubuh bagian atas korban menjadi lebih panas dibanding kakinya. Analoginya adalah seperti ketika kita menyalakan korek api. Api akan membakar kepala dan perlahan-lahan turun ke bawah. Tapi biasanya api akan mati sebelum membakar habis seluruh batang korek sehingga menyisakan sedikit batang korek bagian bawah.

Teori ini cukup masuk akal, namun permasalahannya adalah kapan tubuh manusia dapat menciptakan wick effect ini ?

Pertanyaan ini tidak dapat dijawab hingga hari ini.

Listrik Statis
Teori lain mengatakan bahwa mungkin jenis pakaian korban telah memicu timbulnya listrik statis. Seseorang yang berjalan di atas karpet dapat menciptakan aliran listrik dan voltase yang cukup untuk menciptakan percikan-percikan api.

Namun teori ini juga dibantah, karena walaupun voltase listrik yang dihasilkan cukup tinggi, energi yang tersimpan sangat rendah, biasanya kurang dari 1 joule. Ini tidak cukup untuk menciptakan api.

Psikosomatik

Sebagian korban yang ditemukan meninggal adalah mereka yang hidup sendiri atau kesepian. Jadi menurut sebagian peneliti, proses psikosomatik yang terjadi mungkin telah menimbulkan reaksi berantai dengan memproses nitrogen di dalam tubuh mereka dan menimbulkan reaksi berantai ledakan mitokondria. Teori ini juga dianggap terlalu mengada-ngada.

Gas dan listrik di dalam tubuh manusia
Dari antara semua teori yang diajukan, mungkin ini adalah teori yang paling masuk akal. Kita tahu bahwa tubuh manusia mengandung listrik dan di dalam tubuh manusia juga terdapat gas yang dapat menyalakan api. Contohnya adalah gas metana di dalam usus. Teori ini mengatakan SHC dapat terjadi ketika gas metan ini bercampur dengan listrik di dalam tubuh.

Sekali lagi, teori yang masuk akal. Namun pertanyaannya adalah, kapan listrik dan metan di dalam tubuh dapat menciptakan api. Pertanyaan ini lagi-lagi belum terjawab.

Hangus karena tertidur

Dan sekarang, inilah teori yang paling sederhana. Menurut sebagian orang, penyebab terbakarnya tubuh korban dapat disimpulkan dari ciri-ciri korban seperti yang sudah saya singgung di atas. Para korban yang ditemukan umumnya sedang merokok atau mabuk dan sendirian. Korban juga pada umumnya berusia lanjut atau memiliki kendala pada tubuh seperti cacat.

Jadi ketika mereka tertidur, rokok yang dipegang oleh mereka jatuh, membakar karpet dan akhirnya menjalar ke tubuhnya. Karena mereka memiliki kendala gerak pada tubuhnya, maka mereka tidak mampu menyelematkan diri hingga tewas di tempat. Sederhana sekali kan ?

Tapi teori ini dianggap mengabaikan fakta bahwa di tempat penemuan mayat korban, benda-benda sekitar bahkan tempat tidur atau kursi tidak ditemukan hangus sama sekali. Ini menunjukkan bahwa sumber api sepertinya berasal dari dalam tubuh korban, bukan dari luar.

Kejahatan Terencana
Dan akhirnya, inilah teori yang paling sederhana diantara yang paling sederhana. Teori ini mungkin diajukan oleh peneliti yang malas berpikir. Menurut mereka, kematian korban adalah akibat kejahatan. Tubuh mereka yang hangus adalah usaha dari sang penjahat untuk menghilangkan jejak. So Lame....teori ini mengabaikan begitu banyak fakta sehingga tidak pernah dilirik oleh para peneliti yang kredibel.

Kesimpulan
Ini akhir dari cerita saya. Bagi kalian yang mengharapkan jawaban, sayang sekali, tidak ada jawaban. Karena itu di dalam hall of fame misteri dunia, Spontaneous Human Combustion masuk kedalam ke dalam kategori SMdBT. Maksud saya adalah Sangat Misterius dan Belum Terpecahkan.

hehe..

Apakah tubuh kita adalah sebuah bom waktu ?

(wikipedia, science.howstuffworks.com, crystalinks.com, wftv.com)
[selengkapnya]

Wednesday, November 18, 2009

Urin astronot dan cahaya misterius di langit

Alam semesta memiliki kemampuan untuk mengubah sesuatu yang kotor menjadi indah. Ini salah satu contohnya.


Lihat foto di bawah ini. Foto ini diambil oleh seorang penduduk Wisconsin bernama Abe Megahed :


Sekarang, coba tebak, objek apakah yang terlihat di foto itu ?

Kalian para penggemar UFO mungkin akan menebak : "Itu pasti pesawat induk para alien yang sedang memantau planet bumi !"

Lalu, kalian para rasionalis mungkin akan berkata : "Bukan, itu pasti karena lensa kamera yang terpercik oleh tetesan air hujan. Cahaya dari blitz kamera akan membuat air terlihat seperti cahaya putih !"

Lalu sebagian dari kalian yang merupakan penggemar sejati Sherlock Holmes dan detektif Conan akan berkata : "Sotoshop ! Ini foto palsu. Lihat, foto ini menunjukkan keanehan. Kalau diambil pada malam hari, seharusnya ada bintang yang tampak di langit. Di foto ini, bintang malam tidak terlihat sama sekali ! Sederhana sekali sahabatku, Ini foto palsu."

Hmm. menarik, tapi sayang, tebakan kalian semua salah !

Foto di atas bukan UFO, lensa kamera yang terkena tetesan air atau hasil photoshop.

Percaya atau tidak, objek misterius yang terpotret di atas adalah cahaya putih yang terbentuk dari air limbah buangan pesawat ruang angkasa, termasuk urin para astronot.

Ini foto objek yang sama, namun diambil di Prince Edward Island, Kanada.


Foto-foto di atas diambil pada tanggal 9 September 2009. Cahaya misterius tersebut terbentuk ketika para astronot yang berada di pesawat antariksa Discovery membuang limbah kotoran ke angkasa.

Proses pembuangan itu dilakukan oleh pilot STS-128, Kevin Ford, sebagai bagian dari persiapan pendaratan yang akan dilakukan pada tanggal 10 September 2009.

Juru bicara NASA, Kylie Clem, mengatakan bahwa cahaya putih itu diakibatkan oleh sejumlah besar air, sekitar 68 kg, yang dibuang secara bersamaan.

Pesawat Discovery baru saja melepaskan diri dari stasiun antariksa internasional satu hari sebelumnya dan belum sempat membuang limbah kotorannya selama 10 hari.

"Jumlah air itu sangat banyak mengingat bahwa kami tidak pernah membuang limbah sementara kami berlabuh di stasiun antariksa." Kata Clem kepada Space.com.

Sebuah aturan baru yang dibuat oleh NASA melarang pembuangan limbah dilakukan pada saat berlabuh di stasiun antariksa karena dikuatirkan dapat merusak Kibo Module, sebuah lab penelitian yang dibangun di atas stasiun.

Jadi, apa yang menyebabkan air kotor dan urin dapat terlihat seperti cahaya yang indah itu ?

Air limbah akan segera membeku sesaat setelah dibuang dan berubah menjadi tetesan-tetesan es beku. Ketika es beku ini terkena sinar matahari, maka ia akan segera menguap dan tersebar di angkasa. Sebaran uap air inilah yang terlihat di angkasa sebagai cahaya putih yang indah.

See, kadang-kadang fenomena anehpun bisa dijelaskan dengan rasional. :p

(space.com, spaceweather.com)
[selengkapnya]

Tuesday, November 17, 2009

Wabah misterius Ukrainia terus menelan korban - paru-paru korban menghitam seperti terbakar !

"Kami telah mengadakan post mortem pada dua korban dan kami menemukan paru-paru mereka berwarna hitam, mirip sebongkah batubara, seperti baru saja terbakar. Ini sungguh-sungguh menakutkan !"


Ukrainia saat ini sedang berada dalam status siaga akibat wabah tidak dikenal dan mematikan yang menyerang para penduduk dan membuat negara itu hampir lumpuh dari aktivitas sehari-hari. Hingga 15 November 2009, 189 penduduk Ukrainia telah meninggal dan jutaan lain sedang terinfeksi.


Para ilmuwan Inggris saat ini sedang meneliti dengan seksama virus flu babi yang dipercaya berada di balik wabah mematikan itu untuk melihat apakah virus tersebut telah bermutasi.

Beberapa dokter saat ini sedang meneliti gejala-gejala yang ada pada korban yang juga terlihat pada korban flu Spanyol yang telah menyebabkan tewasnya jutaan orang pada masa perang dunia I.

Seorang dokter di Ukrainia barat menceritakan efek dari virus tersebut :
"Kami telah mengadakan post mortem pada dua korban dan kami menemukan paru-paru mereka berwarna hitam, mirip sebongkah batu bara, seperti baru saja terbakar. Ini sungguh-sungguh menakutkan !"
Negara tetangga Polandia yang takut virus itu menyebar telah mendesak Uni Eropa agar segera mengambil tindakan.

Perdana menteri Polandia, Donald Tusk, telah menulis surat kepada presiden Komisi Eropa Jose Manuel Baroso dan kepada perdana menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt, yang saat ini menduduki jabatan presiden Uni Eropa.

Dalam suratnya ia menulis : "Situasi berbahaya ini membutuhkan tindakan masiv dalam level Uni Eropa."

Russia, Slovakia, Polandia, Hungaria dan Rumania sendiri telah meluncurkan pemeriksaan kesehatan besar-besaran bagi setiap orang yang masuk dan keluar dari Ukrainia. Sedangkan Slovakia sendiri telah menutup dua perbatasannya.

Presiden Ukrainia Viktor Yushchenko telah meminta WHO agar mengambil tindakan. "Orang-orang sekarat. Epidemi ini telah membunuh para dokter. Ini adalah masalah besar bahkan bagi abad 21."


Dalam sebuah wawancara dengan televisi, presiden Yushchenko mengatakan :
"Tidak seperti epidemi serupa di negara lain, tiga penyebab infeksi viral datang secara bersamaan di Ukrainia, yaitu dua flu musiman dan flu California. Para ahli virus menyimpulkan bahwa kombinasi infeksi ini akan menghasilkan sebuah jenis virus baru yang lebih agresif akibat mutasi."
Saat ini virus tersebut sedang diteliti di Medical Research Council Labs di Mill Hill, London.

Seorang juru bicara berkata,"Kami belum memiliki contoh virus yang memadai. Jadi kami harus mengembangbiakkan contoh yang lebih banyak sebelum kami bisa mengidentifikasi jenisnya."


Universitas, sekolah, tempat hiburan dan bioskop-bioskop di Ukrainia telah ditutup. Semua pertemuan-pertemuan publik yang telah dijadwalkan juga dibatalkan.

Kelihatannya, kehidupan para penduduk Ukrainia mungkin masih belum akan menjadi normal kembali.

(dailymail.co.uk)

[selengkapnya]

Monday, November 16, 2009

Misteri Ular Terbang - Mitos atau fakta

Konon di hutan Kalimantan yang misterius, para penduduk sekitar menceritakan mengenai adanya ular yang biasa terbang dan hinggap di kepala manusia untuk menyantapnya. Di Lombok, ada kisah mengenai ular Berare yang disebut-sebut juga sebagai ular terbang. Apakah makhluk yang disebut ular terbang hanya sebuah mitos ataukah memang ada di dunia nyata ?


Ular terbang ternyata bukan sekedar mitos. Makhluk ini juga telah terdokumentasi dengan baik oleh dunia sains. Namun pada awal penampakannya, bahkan para zoologyst asingpun tidak dapat mempercayainya. Sebenarnya ular ini tidak benar-benar terbang, namun nama ini telah melekat pada hewan yang satu ini selama lebih dari 100 tahun.

Laporan mengenai ular terbang di Indonesia pertama kali diceritakan oleh para Misionaris asing yang bekerja di Sumatera.

Pada suatu hari di tahun 1833, seorang sesepuh penduduk lokal di Sumatera mendatangi dua misionaris barat yang sedang bekerja di sana untuk menceritakan pengalaman anehnya.

Sesepuh yang bernama Tam Basar itu bersumpah bahwa ia dan para penduduk lainnya pernah melihat ular yang sedang terbang di udara. Takut dengan bahaya yang mungkin ditimbulkannya, mereka segera membunuh ular itu sesaat setelah mendarat di dekat mereka.

Kedua misionaris barat itu tidak begitu saja mempercayai kisah itu. Namun Tam Basar bersikeras bahwa ia menceritakan hal yang sesungguhnya. Ia juga menambahkan bahwa ular itu memiliki panjang sekitar 1,2 meter dan tidak memiliki sayap.

Satu tahun kemudian, pada Januari 1834, salah satu diantara misionaris tersebut, NM Ward, sedang berjalan melewati hutan dekat sungai Pedang Bessie, sekitar 1,6 km dari lokasi dimana Tam basar melihat ular terbang.

Ia dan teman seperjalanannya berhenti sebentar untuk mempelajari sebuah pohon tinggi di dekat situ. Ketika mereka melihat ke atas, mereka begitu terkejut karena melihat seekor ular yang sedang terbang, persis seperti yang diceritakan oleh Tam Basar. Ular itu terlihat bergerak dengan cepat di udara di bawah pohon tempat mereka berdiri.

Ward kemudian menceritakan pengalamannya dalam surat kabar "Missionary Herald" edisi Maret 1841. "Dengan demikian, aku menjadi yakin dengan adanya ular terbang. Para penduduk lokal yang mengenal wilayah hutan di situ juga mengetahui fakta ini dengan jelas." Katanya.

Walaupun kedengarannya aneh, namun sekarang kita bisa mengetahui bahwa di Asia Tenggara paling tidak ada lima spesies "ular terbang". Ular-ular tersebut sebenarnya tidak terbang, melainkan meluncur atau melompat dan keberadaan ular ini bahkan sudah dibuktikan dengan beberapa foto dan rekaman video.

Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Pelias :



Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Ornata :



Dibawah ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi yang terlihat di Singapore ketika sedang meluncur di langit :


Ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi ketika sedang take off. Tubuhnya yang membentuk huruf S membantunya untuk memberikan daya dorong yang lebih kuat :


Jadi misteri ular terbang Indonesia sebenarnya sudah tersingkap dengan jelas. Hewan ini benar-benar ada dan hidup sampai sekarang. Bahkan bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di negara Asia dan Amerika.

Namun soal ular di Kalimantan yang katanya menyantap kepala orang, hmm...saya tidak tahu pasti.

Walaupun cerita ini singkat, tapi menambah pengetahuan kan ? :p

(forteantimes.com, flyingsnake.org)
[selengkapnya]

Saturday, November 14, 2009

Ikan berkepala buaya - Makhluk jadi-jadian ?

Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan ikan berkepala buaya oleh seorang nelayan di Surabaya. Segera sebagian orang mengkaitkan penemuan ini dengan peristiwa-peristiwa mistik. Benarkah ikan ini makhluk jadi-jadian ?


Walaupun sudah diklarifikasi oleh beberapa media seperti kompas, namun berita ini masih beredar luas tanpa klarifikasi. Jadi saya memutuskan untuk memposting berita ini.

Pertama, sebenarnya dalam 3 bulan ini ada dua ikan berkepala buaya yang ditemukan di Indonesia. Yang pertama adalah di Sumatera Utara pada bulan September 2009. Ini fotonya :


Ikan ini diisukan memiliki kekebalan tubuh dan beberapa paranormal menganggap ikan ini sebagai ikan gaib.

Ikan yang kedua adalah yang ditemukan di Surabaya pada bulan November ini. Ini fotonya :


Sama seperti ikan yang ditemukan di Sumatera Utara. Ikan ini juga dianggap sebagai ikan jadi-jadian.

Kompas.com sebenarnya sudah mengklarifikasinya dengan mengidentifikasi ikan ini sebagai Lepisus peus, seekor ikan yang berasal dari Meksiko. Ini kutipannya :
SURABAYA, KOMPAS.com — Ikan kepala buaya tersangkut di jala saat warga mencari ikan di sungai kawasan Jagir, Surabaya, Jumat (13/11). Ikan yang membuat geger warga ini adalah jenis Lepisus peus yang dinyatakan sebagai spesies asing dari Meksiko yang bisa berinvasi ke ekosistem lokal.
Namun anehnya, saya tidak bisa menemukan informasi mengenai Lepisus Peus di google atau Yahoo. Apabila kita mengetik kata Lepisus Peus, maka kita hanya akan menemukan entry yang keluar adalah entry yang berasal dari media/blog Indonesia. Apakah Kompas salah kutip ?

Saya tidak bisa memastikannya karena saya bukan ahli ikan.
Tapi mungkin yang dimaksud oleh Kompas adalah Lepisosteus, bukan Lepisus Peus.

Ikan ini jelas bukan ikan jadi-jadian. Mereka berasal dari Family Lepisoteidae yang terdiri dari 7 spesies yang terbagi dalam dua genus. Genus yang pertama adalah Atractosteus dan yang kedua adalah Lepisosteus.

Ikan jenis ini biasa disebut "Gar", dan yang bermoncong buaya biasa disebut "Alligator Bar".

Ikan ini adalah ikan air tawar yang hidup di perairan Amerika hingga Mexico. Ia bisa mencapai panjang hingga 3 meter dan berat hingga 100 kg. Dengan melihat giginya, tentu saja kita mengetahui bahwa ikan ini adalah seekor karnivora. Ikan ini sebenarnya bukan ikan yang asing bagi para penduduk Amerika. Mungkin bagi Indonesia, ikan ini memang terlihat aneh sehingga dianggap jadi-jadian.

Ini foto-foto dari genus Atractosteus (3 spesies).

Ini dari spesies Atractosteus Tristoechus :


Dibawah ini ikan dari species Atractosteus Spatula yang mirip dengan yang ditemukan di Sumatera Utara (ujung moncong atas agak membulat) :


Di bawah ini adalah species bernama Atractosteus Tropicus yang mirip sekali dengan yang ditemukan di Surabaya :


Sedangkan ini salah satu contoh dari Genus Lepisosteus (4 spesies), yaitu Lepisosteus Osseus :


Bahkan kadang kedua spesies dari genus Atractosteus dan Lepisosteus bisa dikawinkan dan menghasilkan jenis yang baru. Ini contohnya perkawinan antara Lepisosteus platostomus dengan Atractosteus spatula.


Lalu pertanyaannya bagaimana ikan ini bisa sampai ditemukan di Indonesia ?

Jawabannya adalah sama seperti bagaimana seekor Alligator bisa ditemukan di selokan, yaitu karena seseorang menaruhnya disitu. Kejadian ini umum terjadi dimana-mana. Ketika seekor hewan bertambah besar dan merepotkan, pemiliknya yang tidak tega membunuhnya akan membuangnya.

Jadi kesimpulannya, entahkah Lepisus Peus ataukah Lepisosteus, paling tidak misteri ikan "jadi-jadian" ini sudah terpecahkan bukan ?

(Anyway, saya berpendapat ikan yang ditemukan di Sumatera Utara dan Surabaya adalah dari genus Atractosteus, bukan Lepisosteus )

Mungkin anda juga ingin membaca mengenai ikan lain yang juga pernah dianggap sebagai ikan jadi-jadian : Pacu - Ikan yang memiliki gigi seperti manusia.

(national geographic, wikipedia)

[selengkapnya]